BUDIDAYA JAMUR SHIITAKE PDF

Tudungnya berdiameter 3 — 20 cm atau rata-rata 5 — 12 cm, tudung tersebut ditopang oleh tangkai setinggi 8 — 13 mm. Warna tudung cokelat muda sampai tua, kadangkala ada yg berbintik-bintik putih atau biasa disebut renda. Shiitake muda memiliki tudung kuncup dan berbentuk cembung, kemudian setelah tua berangsur mekar dan mendatar. Daging buah jamur shiitake putih, dan elastis pada kondisi segar, namun setelah kering menjadi sedikit keras. Jika dibandingkan dengan jamur lainnya, jamur shiitake paling mudah tumbuh di kayu gelondongan dan kayu gergajian.

Author:Zulkisida Shat
Country:Liberia
Language:English (Spanish)
Genre:Software
Published (Last):27 September 2007
Pages:218
PDF File Size:19.13 Mb
ePub File Size:11.76 Mb
ISBN:571-4-40367-943-9
Downloads:84880
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kagara



Ikuti Pelatihan Berbisnis Budidaya Jamur tiram Budidaya shitake pada dasarnya serupa dengan jamur pada umumnya. Pebudidaya wajib menyediakan bibit jamur dan media tanam jamur berupa campuran dedak, serbuk gergaji, kapur, air, dan beberapa bahan tambahan lain.

Setelah media tanam difermentasi, bibit disemprotkan ke dalamnya. Selanjutnya, tahap inkubasi supaya bibit segera ditumbuhi miselium. Jika miselium mulai tumbuh memenuhi permukaan baglog, jamur siap dibudidayakan di ruang kumbung jamur.

Namun, Taufik Urohman, pebudidaya asal Pabuwaran, Purwokerto menganjurkan, pebudidaya pemula sebaiknya membeli baglog yang sudah berisi bibit jamur shiitake.

Risiko pun lebih minim. Jika berhasil, satu baglog bisa menghasilkan kg jamur. Supaya panen sukses, pembudidaya harus memperhatikan faktor suhu dan kelembaban. Supaya terjaga, bisa dengan lebih sering menyemprotkan air pada ruangan. Jika musim kemarau, intensitas penyemprotan harus ditingkatkan, supaya jamur tidak kekeringan. Selain kelembaban, suhu pun harus dijaga. Pebudidaya shiitake di Bandung, Rial Aditya bilang, lokasi penanaman harus di dataran tinggi.

Suhu di dalam rumah jamur harus dijaga supaya tetap dingin, yaitu sekitar 20 — 22 derajat celsius. Rangsangan berupa suhu yang dingin dan air yang berlimpah akan mempercepat pertumbuhan tubuh jamur shiitake. Rial bilang, suhu rendah bisa diakali dengan menggunakan pendingin ruangan alias air conditioner AC , namun biaya produksi jadi lebih mahal. Menurut Rial, siklus panen shiitake lebih lama dibanding jamur pangan lainnya.

Shiitake butuh waktu sekitar 6 bulan untuk masa pembudidayaan dari baglog hingga panen. Sedangkan, jamur lain seperti tiram hanya butuh waktu tiga bulan. Untungnya, shiitake termasuk cukup tahan penyakit. Makanya, Rial tidak menemukan kendala berarti dalam usahanya. Kata Taufik, meski shiitake cukup tahan penyakit, namun sanitasi ruangan tempat budidaya harus dijaga.

HUSEYIN PAZARCI ULUSLARARASI HUKUK PDF

Budidaya Jamur Shiitake

Shiitake dengan nama ilmiah Lentinula edodes adalah jamur yang dapat dikonsumsi yang mulanya berasal dari Asia Timur Jepang. Disebut jamur shitake jamur karena jamur ini tumbuh di batang pohon yang sudah lapuk. Jamur shitake banyak dibudiayakan di Thailand, Sebagian wilayah Korea dan Jepang dan juga di alam bebas daerah pegunungan Asia Tenggara termasuk Indonesia. Penyebutan jamur shitake di Tionghoa itu berbeda-beda, ada menyebutnya jamur harum, jamur musim dingin, jamur bunga. Perbedaan nama ini didasarkan pada motif retak-retak seperti mekar. Di Indonesia kadang-kadang dinamakan jamur jengkol, karena bentuk dan aromanya seperti jengkol walaupun bagi sebagian orang rasa jamur ini seperti rasa petai.

ESSENTIALS OF HEALTH BEHAVIOR EDBERG PDF

Jamur Shitake

Saat ini tidak hanya satu atau dua jenis jamur saja yang bisa Anda manfaatkan sebagai bahan pangan maupun obat. Sudah banyak jenis jamur konsumsi yang mulai dikembangkan masyarakat Indonesia sebagai peluang usaha. Seperti misalnya jamur tiram, jamur kuping, jamur merang, jamur lingzhi, jamur champignon, jamur hiratake, serta jamur shiitake. Bila pekan lalu kita telah membahas tentang budidaya jamur kuping , tiram, merang dan lingzhi.

HOW LANGUAGES ARE LEARNED NINA SPADA PDF

Panduan Lengkap Cara Budidaya Jamur Shiitake Bagi Pemula Agar Sukses

Cara Budidaya Jamur Shiitake Persiapan Tempat Budidaya Jamur Shiitake Biasanya budidaya jamur shiitake ini dilakukan di ruangan tertutup, hal tersebut dilakukan guna menciptakan kondisi lingkungan yang mirip dengan habitat asli jamur ini tumbuh. Dalam ruangan, disiapkan pula beberapa rak bertingkat untuk menyusun baglog jamur shiitake secara vertikal. Rak tersebut dapat dibuat dengan mengginakan bambu. Selanjutnya, campuran tersebut di fermentasi terlebih dahulu selama hari hingga kondisi media tersebut benar-benar ideal untuk pertumbuhan jamur. Media tersebut disimpan dalam ember besar dan tempatkan pada ruangan yang lembab dan terlindungi.

DD FORM 1380 FIELD MEDICAL CARD PDF

Penjelasan Lengkap: Jamur Shiitake

Ikuti Pelatihan Berbisnis Budidaya Jamur tiram Budidaya shitake pada dasarnya serupa dengan jamur pada umumnya. Pebudidaya wajib menyediakan bibit jamur dan media tanam jamur berupa campuran dedak, serbuk gergaji, kapur, air, dan beberapa bahan tambahan lain. Setelah media tanam difermentasi, bibit disemprotkan ke dalamnya. Selanjutnya, tahap inkubasi supaya bibit segera ditumbuhi miselium.

Related Articles