CACING TAENIA SAGINATA PDF

Cacing pita sejati bersifat hermafrodit dan memiliki daur hidup yang lebih sederhana dari Trematoda. Cacing pita tidak mengalami fase aseksual dalam siklus hidupnya. Ujung kepala Cestoda yang memiliki kait disebut dengan skoleks en: scolex. Di belakang skoleks terdapat rangkaian segmen yang masing-masing disebut proglotid. Tiap-tiap proglotid memiliki organ reproduksi jantan dan betina.

Author:Taunris Arazahn
Country:Burma
Language:English (Spanish)
Genre:Love
Published (Last):9 December 2008
Pages:328
PDF File Size:5.1 Mb
ePub File Size:11.48 Mb
ISBN:532-1-25471-371-6
Downloads:59891
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Dair



S, Kusumamihardja Ito, H. Yamasaki, T. Suroso, dan S. Taenia solium Cysticercosis, Irian Jaya, Indonesia. Journal of Emerging Infectious Disease 9 7 : Simanjuntak, Gindo Mangara. Badan Litbang Kesehatan. Diakses tanggal Helmintologi: Ciri Umum dan Morfologi Helminth. Jurnal Veteriner 5 4.

Soares, E. Bueno, N. Espindola, A. Maia, R. Peralta, A. A History of Human Helminthology. Washington: Pan American Health Organization. Margono, T. Wandra, dan A. Parasitology International.

Kari, dan N. Pediatrica Indonesiana 44 : Departemen Kesehtan Republik Indonesia. Frye, dan J. A Manual of Tropical Medicine. Philadelphia: Saunders Company. Institut Pertanian Bogor. Chung, C. Lin, dan C. Clinical Manifestation of Taeniasis in Taiwan Aborigines. Dekumyoy, dan M. Anantaphruti Parasitology Int. Depary, P. Sutisna, S. Suroso, M. Okamoto, P. Craig, dan A. Ito Khounsy, P. Inthavong, S. Fenwick, S. Blacksell, dan R.

Korean Journal of Parasitology 38 1 : American Journal Trop Med Hyg Nakao, T. Wandra, T. Okamoto, H. Yamasaki, Y. Sako, dan K. Taeniasis and Cysticercosis in Asia and The Pacific. Wandra, dan T. Suroso Hoffmann, dan M. Neurocysticercosis in Oregon Stroke Journal 23 11 Sharma Surgical Neurology. Allan, dan E.

Sarti Journal of Parasitology. Katalin, L. Juan, A. William, S. Andrew, B. Daniela, dan D. Parasitology Int SS Karya Tulis. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Halaman

ACHARYA ATRE JOKES IN PDF

Siklus Hidup Cacing Pita (Cestoda)

Cacing Pita Babi dapat menyebabkan sistiserkosis pada manusia, sedangkan Cacing Pita Sapi tidak dapat menyebabkan sistiserkosis pada manusia. Ketiga spesies Taenia ini dianggap penting karena dapat menyebabkan penyakit pada manusia, yang dikenal dengan istilah taeniasis dan sistiserkosis Cacing Pita Taenia dewasa hidup dalam usus manusia yang merupakan induk semang definitif. Segmen tubuh Taenia yang telah matang dan mengandung telur keluar secara aktif dari anus manusia atau secara pasif bersama-sama feses manusia. Bila induk definitif maupun induk antara Cacing Pita sapi dan babi menelan telur maka telur yang menetas akan mengeluarkan embrio onchosphere yang kemudian menembus dinding usus. Embrio cacing yang mengikuti sirkulasi darah limfe berangsur-angsur berkembang menjadi sistiserkosis yang infektif di dalam otot tertentu. Otot yang paling sering terserang sistiserkus yaitu jantung, diafragma, lidah, otot pengunyah, daerah esofagus, leher dan otot antar tulang rusuk. Infeksi Taenia dikenal dengan istilah Taeniasis dan Sistiserkosis.

AROMATERAPIJA RECEPTI PDF

Siklus Hidup dan Gambar Cacing Pita (Taenia solium dan Taenia Saginata) | Cacing Cestoda

Kamis, 04 Februari Jaringan Hewan Edit Cacing pita masuk dalam kelas Cacing Cestoda, Cacing ini mempunyai bentuk tubuh pipih panjang menyerupai pita sehingga disebut juga sebagai cacing pita. Tubuhnya dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu skoleks kepala dan strobilus. Setiap strobilus terdiri atas rangkaian segmen-segmen yang disebut proglotid. Proglotid dibentuk melalui pembelahan tranversal di daerah leher, dan masing-masing berisi kelengkapan kelamin jantan dan betina, sehingga setiap proglotid dapat dipandang sebagai satu individu. Cacing ini hidup sebagai parasit pada babi atau sapi. Contoh anggota kelas ini adalah Taenia solium dan Taenia saginata. Berikut uraian kedua jenis cacing tersebut.

DESCARGAR PARA SALVARTE JORGE LORING PDF

MAKALAH PARASITOLOGI CESTODA (Taenia Solium)

S, Kusumamihardja Ito, H. Yamasaki, T. Suroso, dan S. Taenia solium Cysticercosis, Irian Jaya, Indonesia.

DEEPAK CHOPRA SYNCHRODESTINY PDF

Inilah Cara Paling Efektif Untuk Menghindari Infeksi Cacing Pita

.

Related Articles