THE DEVIL IN BLACK JEANS ALIAZALEA PDF

Fiuh fiuh fiuh. Awal ngeliat cover ini, aku super super super meltinggggggg. Ngebayangin Johan Brawijaya. Drumer paling kece keren dan cakep abis.

Author:Brazahn Mazukora
Country:Hungary
Language:English (Spanish)
Genre:Medical
Published (Last):19 December 2006
Pages:219
PDF File Size:7.89 Mb
ePub File Size:13.26 Mb
ISBN:367-8-24721-238-2
Downloads:57848
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tushura



Tiket sudah habis terjual dan blu kelihatan sudah tidak sabar untuk menyelesaikan konser ini supaya tidak perlu lagi menghabiskan setiap harinya berlatih vokal. Suasana belakang panggung penuh dengan hura hura yang terorganisasi dengan baik.

Kru konser yang bisa diidentifikasi dengan pakaian serbahitam dan mengalungkan tanda pengenal bertuliskan " CREM" berlalu laalng dan sibuk berbicara satu sama lain melalui headphone yang tersambung dengan walkie talkie yang digantung pada pinggang mereka. Blu duduk diruang ganti dengan kostum penuh sambil mendengarkan musik dari iPod, Menunggu hingga artis pemb uka.

Konser selesai. Semua kru sudah keluar dari ruangan semenjak tiga puluh menit yang lalu dan membiarkan blu dan dara berdua saja. Tante poppy sudah menelpon tadi sore untuk mengucapkan dujungannya ketika blu sedang melakukan souncheck, Jadi tidak ada siapa pun yang mengganggu keheningan ruangan itu.

Samar samar dara bisa mendengar entakan musik yang datang dari panggung dan tepukan meriah setiap kali entakan musik berhenti. Sepertinya artis pembuka blu cukup sukses, Meskipun begitu, Mood blu kelihatan sedikit sendu.

Dara tidak tahu apakah itu disebabkan oleh demam panggung atau pertemuannya dengan kayla. Dua jam yang lalu ketika tim make up dan penata rambut sedang mendandani blu, Jo datang untuk memberikan dukungan kepada adiknya sambil menggandeng kayla yang mengenakan tank top berwarna hitam, Jins pensil berwarna biru gelap, Dan sepatu hak paling tinggi yang pernah dilihat dara. Dara tidak tahu bagai mana kayla bisa berjalan dengan sepatu seperti itu. Mata blu sedikit melebar ketika melihat kayla.

Jelas jelas dia merasa tidak nyaman karena ada orang asing diruang gantinya, Tapi dia tetap mengulurkan tangannya untuk menyalami kayla, Meskipun dia menggunakan alasan bahwa dia sedang didandani sehingga tidak bisa berdiri dari kursinya.

Apa kamu nervous? What am I talking about, Of course kamu nervous. Mbak juga bakal begitu kalau sampai ada lima ribu pasang mata yang ngeliatin mbak pada saat yang bersamaan. Mbak salut kamu bisa setenang ini. Banyak yang sengaja datang dari daerah hanya untuk nonton konser kamu ini. Blu hanya mengangguk dan tersenyum kaku, Membuat kayla sedikit salah tingkah dan nyerocos lebih panjang lagi. Mbak juga suka banget sama dia, Meskipun banyak orang bilang dia nggak berbakat sama sekali.

Mbak rasa mereka semua cuma jealous sama dia. Nanti pas kamu selesai konser Blu mengalihkan perhatiannya dari kayla san matanya bertemu dengan dara lewat cermin, Meminta bantuannya. Dara baru saja akan membuka mulutnya ketika Pak danung muncul dan menggiring kayla dan jo keluar ruangan. Jo kelihatan tersinggung karena diusir, Tapi pak danung berkeras dengan mengatakan bahwa blu perlu ketenangan sebelum naik panggung.

Jo baru mau meninggalkan ruangan setelah memastikan blu akan baik baik saja. Dia lalu menutup mata, Menundukan kepala dan menjalin kedua telapak tangannya di depan dada untuk berdoa. Meskipun pernah melihat rutinitas ini sebelumnya, Tapi dara masih tetap terkesima ketika melihatnya lagi.

Blu meraih tangan dara dan mereka melangkah keluar ruangan. Suara orang meneriakkan nama blu berulang ulang terdengar lebih jelas sekarang. Blu hanya tersenyum sopan dan melanjutkan langkah. Salah satu kru menyematkan receiver pada bagian belakang kostum blu dan kru yang lain meminta blu mengenakan monitor pada telinganya. Seorang kru lagi menyerahkan mikrofon wireless kepadanya. Tirai terbuka, Wajah blu disinari oleh lampu sorot yang juga menyinari background panggung dengan sinar kuning yang sendu dan koser pun dimulai.

Bagi dara, Dua jam kemudian berlalu cepat, Diisi dengan membantu blu mengganti kostum tiga kali semestara tim make up sibuk memoles wajah blu dengan nuansa make up baru dan penata rambut menata ulang rambut blu agar sesuai kostum. Dara baru bisa mengembuskan napas lega ketika blu kembali ke ruang ganti setelah menyanyikan ekstra dua lagu untuk menghibur penonton yang menginginkan encore.

Jo muncul untuk memeluk blu dengan erat sebelum mengangkat tubuh blu dan memutar mutarnya seakan blu masih berumur lima tahun. Pround of you! Beberapa orang, Termasuk dara hanya bisa terkesima melihat kelakuan jo yang biasanya tidak pernah mau memperlihatkan betapa dia menyanyangi adiknya, Kini mempertontonkannya tanpa malu malu di depan umum.

Bagus banget. Apalagi lagu kamu yang terakhir waaahhhh Terharu deh. Ketika tatapan jo bertemu dengan darA, jo pun tersenyum lebar padanya.

Mau tidak mau dara membalas senyuman itu. Jo menghabiskan lima menit lagi untuk ngobrol dengan blu sebelum pamit untuk mengantar kayla pulang. Sementara dara membereskan kostum dan memasukannya kedalam mobil, Blu bersama pak danung dan revel memberikan ucapak terimaa kasih kepada semua orang yang telah memnatu menyukseskan konser tersebut. Mereka baru bisa meninggalkan JHCC sekitar satu jam kemudian setelah kru make up selesai membersihkan wajah blu dari make up tebel yang dikenakannya.

Itu sebabnya ketika blu dan dara masuk kedalam rumah jam sudah menunjukkan pukul Bi uti menyambut kedatangan mereka dengan rambut sedikit acak acakan dah wajah mengantuk sehingga dara memintanya untuk kembali tidur saja. Dan setelah berbagai argumentasi, Akhirnya bi uti mengalah dan menghilang ke bagian belakang rumah.

Kamu pasti capek sekali. Untuk aja besok kamu libur sekolah, Jadi kamu nggak perlu bangun pagi. Apa kamu perlu apa apa lagi dari mbak? Pada saat itu jo muncul. Dari rambutnya yang agak basah dan aroma sampo laki laki yang menyerang indra penciumannya, Dara tahu jo baru saja mandi.

Ketika tiba dirumah jo beberapa menit yang lalu, Dara agak terkejut ketika menemukan mobil jo digarasi karena dia pikir jo akan keluar semalaman dengan kayla.

Perhatian dara masih terpaku pada jo sehingga di hampir saja jatuh tersungkur ketika blu menyerangnya dengan pelukan. Satu satunya hal yang membuatnya masih bisa berdiri adalah pegangannya pada kusri makan yang cukup berat sehingga bisa menahan tubuh blu. Selama beberapa detik dara hanya terdiam saking terkejutnya, Tapi kemudian membalas pelukan itu. Blu tidak perlu mengatakan apa apa, Tapi dara tahu inilah cara blu untuk mengucapkan terima kasihnya. Setelah blu melepaskan nya, Dara menggenggam kedua bahu blu dan menatap wajahnya yang kelihatan agak terkejut dengan tindakan barusan.

Dara memutar tubuhnya menuju pintu depan. Tangan kanan lelaki itu sudah menggenggam kunci mobil. Selama dia bekerja untuk blu, Tidak pernah sekali pun jo menawarkan untuk mengantarkannya pulang, Tidak peduli jam berapa dia baru bisa pulang. Jo memang menawarinya membawa mobil dinas pulang kalau dia harus pulang malam, Tapi dara tidak mau bertanggung jawab kalau saja terjadi apa apa dengan mobil itu, Karena itu dia tidak pernah menerima tawarannya itu.

Dia sudah terbiasa naik taksi yang cukup mudah didapatkan di depan rumah jo, Dan karena penggantian ongkos taksi adalah salah satu keuntungannya yang dia dapatkan dari pekerjaan ini, Dara tidak punya alasan untuk mengeluh.

Melihat bahwa jo betul betul serius akan mengantarnya pulang. Dara tersadar kembali. Saya bisa pulang sendiri ko. Pagi ini saja. Selama sepuluh menit dara terdiam diri, Membiarkan jo berkonsentrasi untuk memanuver mobil. Meskipun tidak ada kemacetan, Masih banyak mobil berlalu lalang. Di dalam mobil cukup gelap, Tapi lampu dasbor memberikan cukup penyinaran sehingga dara bisa melihat wajah jo dengan cukup jelas.

Laki laki itu kelihatan waspada memperhatikan lalu lintas disekitarnya, Memastikan bahwa mobilnya memberikan cukup jarak dari motor dan mobil lain. Sesuatu yang cukup sulit dilakukan mengingat ukuran SUV nya.

Tanpa disadarinya, Dara mulai mengambil inventori kaki laki yang duduk disebelahnya ini. Dia selalu suka memperhatikan laki laki yang sedang nyetir karena menurutnya ada sesuatu yang seksi dengan postur tubuh mereka yang menyandar santai pada kursi, Tangan kanan yang menggengam setir, Dan tangan kiri yang beristirahat pada perseling. Dan jo tidak terkecuali. Pada saat itu jo mengulurkan tangan untuk menghidupkan radio dan dara bisa melihat tato salib bermotif gothic di lengan kirinya.

Dan sebelum bisa menahan diri, Tangan dara sudah menyentuh tato tersebut. Jo tidak bisa bernapas ketika merasakan sentuhan jemari tangan dara yang lembut pada lengannya.

Dia tidah tahu apa yang membuat dara berani menyentuhnya, Tapi ketika dara perlahan menarik garis dari pergelangan tangan hingga sikunya dan kembali ke jari telunjuknyA, jo tidak lagi peduli akan alasannya. Yang dia inginkan adalah agar dara tidak berhenti. Selama beberapa detik jo mencoba mengatur napasnya. Dia mencuri pandang kearah dara untuk melihat apakah wanita itu memang sengaja melakukannya dan mendapati perhatian dara terpaku pada tatonya. Mata dara kelihatan agak sedikit tidak fokus, Seakan terpesona.

Meskipun lengannya mulai terasa tidak nyaman karena menggantung diudarA, jo tidak berani menggerakkannya. Dai seharusnya tidak menawarkan diri untuk mengantarnya. Yang jelas ketika dia melihat dara berada dirumahnya beberapa menit yang lalu dengan penampilannya yang sedikit acak acakan dan wajah lelah tanpa make up karena sudah kerja ekstra untuk memastikan blu terjaga dengan baik, Jo merasa suatu dorongan untuk menjaga dara.

Tapi kini untuk duduk disebelahnya dengan jarak hanya kurang dari setengah meter, Jo tahu ini bukan ide terbaik. Dara menarik perhatiannya dari tato jo dan menatapnya seakan dia mendengar jo berbicara tapi tidak memahami kata kata yang didengarnya.

Dan seperti baru sadar akan apa yang dia sedang lakukan dara menarik napas terkejut, Matanya terbelak, Wajahnya memerah dan langsung menarik jemarinya. Dalam hati jo menyumpah. Kenapa juga dia harus membuka mulutnya? Saya nggak Maksud saya Dia kelihatan panik dan memalingkan wajahnya kedepan agar tidak lagi menatap jo. Suasana didalam mobil terasa kaku karena jelas jelas dara kini kelihatan tidak nyaman berada didalam mobil bersama jo.

HP J5700 SCAN TO PDF

THE DEVIL IN BLACK JEANS ALIAZALEA PDF

Sinopsis Buku Tentang Johan Brawijaya yang harus pulang ke Indonesia setelah sepuluh tahun tinggal di Berlin karena harus menemui jasad Papanya untuk terakhir kali. Selama ini mereka dalam kondisi tenang, maksudnya tidak ada interaksi yang berarti di antara keduanya. Dari isi surat wasiat papanya, ia harus menjaga mama tiri dan adik tirinya. Jo mengusulkan agar Poppy, ibu tirinya, mengambil kursus di Paris dan menawarkan diri untuk mengurus adik tirinya, Blu, remaja perempuan yang Jo tidak bisa bayangkan tingkah laku ajaibnya. Walaupun itu hanya sekadar berbasa-basi, Jo tidak menyangka kalau Poppy akan setuju.

LM2576T-ADJ PDF

The Devil in Black Jeans

Jo mengetuk ngetuk jari jari nya yang panjang dan berkuku pendek pada setir mobil sambil menghembuskan napas tidak sabaran. Jam dipergelangan kiri jo sudah menunjukan pukul Seharusnya dia tidak mengusulkan agar poppy mengejar mimpinya untuk mengambil cuisine diploma dari Le cordon blue di paris pada saat itu,dan menawarkan diri untuk bertanggung jawab mengurus blu selama poppy menyelesaikan kursus sembilan bulan itu. Sebetulnya dia hanya basa basi menawarkan itu. Dan tidak menyangka poppy akan setuku,juga tak menyangka LCB paris yang sangat populer sehingga orang harus menunggu berbulan bulan untuk menghadiri kursus mereka anak menerima poppy untuk semster musim gugur,Alhasil poppy mempercayakan blu sepenuhnya pada nya,padahal dia sama sekali tidak tahu menahu bagaimana cara berinteraksi dengan cwe ABG, Jo tau hampir 50 persen fansnya masuk kedalam kategory ini,dan dia yakin dia bisa membuat mereka berteriak histeris dengan hanya mengatakan "hai",tapi selain itu,baginya cewek ABG tidak ada bedanya dengan alien. Pikirannya kembali pada kejadian enam tahun yang lalu ketika papa menitipkan blu padanya,oh,kenpa dia harus menuruti permintaan itu? Dia kan tidak berutang apa pun pada lelaki yang tidak pernah mengasuhnya itu.

RICHARD WOLLHEIM ART AND ITS OBJECTS PDF

The Devil In Black Jeans by AliaZalea

Tiket sudah habis terjual dan blu kelihatan sudah tidak sabar untuk menyelesaikan konser ini supaya tidak perlu lagi menghabiskan setiap harinya berlatih vokal. Suasana belakang panggung penuh dengan hura hura yang terorganisasi dengan baik. Kru konser yang bisa diidentifikasi dengan pakaian serbahitam dan mengalungkan tanda pengenal bertuliskan " CREM" berlalu laalng dan sibuk berbicara satu sama lain melalui headphone yang tersambung dengan walkie talkie yang digantung pada pinggang mereka. Blu duduk diruang ganti dengan kostum penuh sambil mendengarkan musik dari iPod, Menunggu hingga artis pemb uka. Konser selesai. Semua kru sudah keluar dari ruangan semenjak tiga puluh menit yang lalu dan membiarkan blu dan dara berdua saja.

Related Articles