UA741 OP AMP DATASHEET PDF

It is a single package Op-Amp that has been widely used by engineers and students for quite a long time now. This Op-Amp can be used for many general purpose applications like, Voltage follower, Buffers, Comparators, Amplifiers, Adders and much more. So if you looking for a plain old Op-Amp just for some basic circuit design then this IC might be the right choice for you. The main difference is that LM has two Op-Amps inside package making to more cost effective and compact. If you are curious to learn about few application circuits of this IC then you can read through how LM is used since both the IC shares the same applications.

Author:Kazralrajas Arashitilar
Country:Bahrain
Language:English (Spanish)
Genre:Career
Published (Last):4 April 2018
Pages:422
PDF File Size:4.2 Mb
ePub File Size:14.53 Mb
ISBN:632-2-49925-214-5
Downloads:17322
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Goltilmaran



Amplifier penguat adalah komponen yang dapat merubah suatu sinyal dari suatu level tertentu ke suatu sinyal dengan level yang berbeda, dimana sinyal tersebut bisa berupa sinyal tegangan atau sinyal arus. Pada dasarnya op-Amp terbagi menjadi tiga bagian utama yakni bagian input penguat yang berupa penguat differensial, bagian tengah yang terdiri dari penguat penyangga atau buffer dan bagian output yaitu penguat driver.

Gambar symbol dan bentuk fisik untuk tipe single Op-Amp ditunjukan pada gambar 1. Offset null 5. Offset Null 2. Inverting 6. Output 3 6 3. Non Inverting 7. NC No Connection 4 55 Gambar 2. Offset Null berfungsi untuk meminimalkan tegangan offset output dari suatu rangkaian. Inverting input adalah jika suatu sinyal disupplykan ke terminal input ini akan menghasil kan output OpAmp yang berbeda tanda dengan input, sedangkan Non-inverting input adalah jika suatu sinyal disupplykan ke terminal input ini akan menghasilkan output opamp dengan tanda yang sama dengan input.

Tabel 1. Absolute Maximum Ratings. Electrical Characteristics dan Parameter operasi. Karakteristi elektrik Operasional Amplifier Op-Amp diberikan dalam kombinasi harga typikal, minimum atau maksimum ditunjukan dalam table 2. Tabel 2. Karakteristik elektrik Op-Amp Tabel 3.

Karakteristik Kerja Op-Amp Resistansi Input dan Output. Kelebihan op-amp adalah memiliki resistansi input yang besar dan resistansi output yang kecil. Gambar 3. Input Output Resistansi 2. Differensial voltage gain Ad adalah gain bila perbedaan sinyal tegangan input disupplaykan pada kedua terminal input. Secara teoritis resistansi input op-amp tak terhingga, artinya tidak akan ada arus yang lewat, tetapi kenyataannya ada arus bias input yang mengalir pada kedua input op- amp dalam orde nano-ampere sampai dengan mikro-ampere.

Arus ini adalah arus bias mundur transistor. Harga rata-rata kedua arus itu dinamakam arus bias input IIB dalam table karakteristik besarnya berkisar 80 — nA. Arus offset input Input Offset Current. Kedua arus input bias ini seharusnya sama besar, sehingga tegangan output akan nol, tetapi kenyataannya tidak bisa. Arus offset input merupakan perbedaan arus bias input dari kedua terminal input.

Tetapi pada prakteknya akan ada tegangan pada output. Tegangan offset input didefinisikan sebagai perbedaan tegangan yang harus disupplaykan pada kedua terminal input agar tegangan output sama dengan nol. Dengan memberikan tegangan offset pada input VIO , tegangan keluaran dapat di nolkan kembali. Common Mode Rejection Ratio. Kemampuan op-amp untuk memperkuat tegangan differensial dan menolak tegangan yang tidak diharapkan disebut common mode rejection ratio CMRR.

Slew Rate, SR. Rangkaian close loop apabila diberi tegangan pulsa pada inputnya maka output rangkaian kemungkinan tidak berbentuk pulsa seperti pada input tetapi memiliki sudut kemiringan yang besarnya dalam parameter disebut slew rate SR contoh ilustrasi di perlihatkan pada gambar 2.

Full power bandwidth f FPBW f FPBW merupakan frekwensi terbesar dari tegangan sinus penuh yang dapat di outputkan opamp tanpa terjadinya efek slew rate. Penguatan tegangan akan berkurang apabila frekuensi bertambah besar dikarenakan adanya rangkaian kompensasi internal didalam op-amp. Gambar 2. Gain Versus Frekuensi 1 3. Rangkaian linear opamp Penguat Inverting. Jadi tegangan output merupakan hasil kali tegangan input dengan penguatan yang konstan.

Pengaturan input resistor R1 dan feedback resistor Rf , tegangan keluaran Vo merupakan kebalikan inverted atau tanda negatif dari tegangan input. Penguat Non-inverting. Voltage Follower Buffer. Dari persamaan diatas. Rangkaian dasar dari integrator dan diferensiator adalah rangkaian RC. Ditunjukan pada gambar berikut. Feedback OpAmp. Arus offset input. Untuk mengurangi arus bias, resistor kompensasi pengganti Rc dihubungkan seri dengan non-inverting input.

Pemilihan harga Rc yang tepat akan meminimalkan tegangan offset output dikarenakan arus bias. Arus bias tersebut bisa mengalir kedalam atau keluar terminal input tergantung pada jenis rangkaian. Dengan menganggap arah arus seperti tertera pada gambar, dan resistor kompensasi Rc dihubungkan seri dengan non-inverting input. Metode kompensasi tersebut berlaku baik untuk konfigurasi penguat inverting maupun penguat non-inverting.

Slew Rate: Slew rate merupakan rating kemungkinan maximum dimana tegangan output penguat dapat berubah dalam Volt per second. Rating perubahan dari bentuk gelombang ramp adalah perubahan pada tegangan dibagi dengan lamanya waktu selama perubahan terjadi. Karena harga yang dinyatakan slew rate penguat adalah rating maximum dimana output dapat berubah, penguat tidak bisa dioperasikan dengan segala bentuk gelombang input, karena output akan melebihi rating perubahannya.

Dalam hal ini rating perubahan output melebihi slew ratenya. Untuk gelombang sinus atau gelombang complex tidak boleh menggunakan amplitudo yang besar atau frekwensi yang besar, karena akan menghasilkan output yang melebihi slew ratenya, dan jika melebihi slew ratenya maka akan terjadi distorsi pada gelombang output.

Comparator: Comparator merupakan komponen yang menghasilkan output dalam keadaan tinggi atau keadaan rendah, dimana untuk keadaan tinggi adalah jika tegangan pada non-inverting input lebih besar dari tegangan pada inverting input, sedangkan keadaan rendah adalah jika tegangan pada inverting input lebih besar dari tegangan pada non- inverting input. Batasan perubahan keadaannya biasa disebut tripping point threshold voltage atau referensi.

Schmitt trigger: Schmitt trigger menghasilkan output segi empat, dimana sinyal input dianggap cukup besar untuk melewati kedua titik perpindahan. Output segi-empat yang dihasilkan bersesuaian dengan bentuk sinyal input. Selama bentuk gelombang input periodic dan mempunyai amplitude yang cukup besar untuk melewati titik triping, akan dihasilkan output segi-empat dari Schmitt trigger yang frekwensinya sama dengan frekwensi sinyal input. Perubah gelombang segi empat ke segi tiga: Gelombang segi empat merupakan input ke integrator.

Karena tegangan input harga rata-rata tegangannya sama dengan nol, maka harga rata-rata tegangan output sama dengan nol. Karena itu output merupakan gelombang segi tiga dengan frekwensi sama seperti frekwensi input. Dimana Vout dan Vin adalah harga dari puncak ke puncak. Perubah gelombang Segi-tiga ke Pulsa: Gambar rangkaian dibawah dapat merubah input gelombang segitiga ke output segi empat. Dengan variasi harga R2, dapat merubah lebar pulsa output yang sebanding dengan variasi siklus kerja.

Pada dasarnya rangkaian ini merupakan rangkaian limit detector yang menyaklarkan keadaan output saat tegangan input melewati level tertentu. Vref bisa memindahkan titik triping dari nol ke level positip. Saat tegangan input segi tiga melebihi tegangan referensi Vref, outputnya akan tinggi. Karena Vref bisa diatur, maka dapat mengatur lebar pulsa output yang sebanding dengan perubahan siklus kerja. Relaksasi Oscilator: Pada rangkaian dibawah dapat membangkitkan output gelombang segi-empat.

Saat tegangan capacitor menyentuh VUT, tegangan output menyaklarkan ke Vo-sat, dan capacitor akan mengosongkan muatannya menuju Vo-sat.

Siklus akan berulang-ulang. Relaksasi oscilator didefinisikan sebagai rangkaian yang dapat membangkitkan output yang frekwensinya tergantung pada pengisian dan pengosongan capacitor.

Jika konstanta waktu RC diperbesar, maka makin lama waktu yang dibutuhkan teg capacitor untuk mencapai titik triping. Dengan variasi harga R, maka frekwensi output dapat divariasikan.

LICHTENBERG APHORISMEN PDF

UA741 Datasheet and Pinout – General-Purpose Operational Amplifier

.

INDICE ATEROGENICO PDF

Subscribe to RSS

.

CAIFANES SONGBOOK PDF

A APLIKACE SPECIFIKACíCH UA741/C

.

2004 CHEVROLET SUBURBAN OWNERS MANUAL PDF

Datasheet: UA741

.

Related Articles